TUGAS 4 TEKNIK BANDAR UDARA
NAMA : DANDY FERDIANSYAH
NIM : 2021D1B013
KELAS : 6A
TUGAS 4 : TEKNIK BANDAR
UDARA (PERTEMUAN 5)
SOAL
1.
Sebut dan Jelaskan seluruh
Komponen yang ada pada Sisi Udara (AirSide)
Bandar Udara, berikut disertai
dengan photo/gambar yang menunjukkan item komponen tersebut.
2.
Dalam konteks Runway
(Landas Pacu)
Sebut dan Jelaskan komponen-komponen yang mempengaruhi Panjang
landas pacu
3.
Buatkan contoh rangkuman perhitungan Panjang landasan
untuk pesawat bermesin
turbin
-
Normal Take Off Case
-
Engine Failure Take Off Case
-
Normal Landing Case
·
Air Side (Sisi Udara)
JAWABAN
Bisa kita artikan
sebagai bagian dari bandara yang berhubungan dengan operasional inti pesawat yaitu take off (lepas landas) dan
landing (pendaratan).
1. Runway
Runway adalah landasan pacu berbentuk persegi panjang
dengan ukuran tertentu di lokasi bandara.
Jika kita melihat runway di bandar udara internasional
seperti Soekarno-Hatta maka panjangnya berada di angka 3,000 m dengan lebar 60
m. Penentuan panjang minimal dan spesifikasi fasilitas runway ditentukan oleh
ICAO.
Sebagai catatan tambahan, runway
sangat berpengaruh penting dalam
kelancaran landing dan take-off pesawat. Alasannya, beberapa jenis
pesawat berukuran raksasa seperti Airbus A380-800 membutuhkan spesifikasi
runway yang memadai agar bisa beroperasi sebagaimana mestinya.
Runway tidak dibuat polosan, melainkan ada garis dan juga lampu-lampu khusus untuk mempermudah pilot saat
mendaratkan pesawat.

2. Apron
Selanjutnya, ada bagian apron atau bisa kita sebut
sebagai tempat parkir pesawat, pelataran pesawat tergantung bagaimana kalian menyebutnya. Secara umum fungsi dari
apron di bandara selain untuk parkir yaitu untuk menaikkan, menurunkan
penumpang, mengangkut kargo, pengisian bahan bakar, hingga maintenance.
Bandara Soekarno-Hatta, luas bagian apronnya terbagi
menjadi dua berikut perkiraannya terminal 1 seluas 312,522 m² dan terminal 2
dengan luas 564,000 m².

3. Taxiway
Taxiway adalah landasan penghubung antara landasan pacu
dengan pelataran pesawat, kandang pesawat,
terminal atau fasilitas lainnya di bandar
udara. Nama lainnya adalah landasan gelinding.
Sebagian besar taxiway permukaannya keras seperti aspal dan beton.
Sementara itu, untuk
bandara berukuran kecil
biasanya hanya menggunakan batu kerikil atau rumput.

4. Control Tower
Control tower adalah menara kontrol berfungsi untuk mengamati dan memastikan operasional pesawat
berjalan dengan lancar.
Menara in digunakan oleh para ATC (Air Traffic Controller) untuk menjalankan
tugasnya, berkomunikasi dengan pilot dan memandu mereka agar bisa lepas landas
dan mendarat dengan aman di area bandara.
Sebagai catatan,
aerodrome control tower ini mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ada yang besar
dan kecil, biasanya menyesuaikan dengan ukuran bandar udara.

· Komponen – komponen yang mempengaruhi
1.
Kebutuhan Pesawat
Setiap jenis pesawat
memiliki kebutuhan panjang
landas pacu yang berbeda untuk lepas
landas dan mendarat dengan aman. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor,
termasuk berat pesawat,
kecepatan lepas landas dan mendarat, serta performa mesin.
2.
Elevasi Bandar Udara:
Ketinggian bandar udara dari permukaan laut memengaruhi
kepadatan udara, yang berdampak pada performa pesawat. Bandar udara yang berada
di ketinggian tinggi membutuhkan landas pacu yang lebih panjang karena udara
yang lebih tipis menyebabkan pesawat memerlukan jarak yang lebih panjang untuk mencapai kecepatan lepas landas yang diperlukan.
3. Kondisi Cuaca:
Cuaca yang buruk seperti angin kencang, hujan deras, atau
salju dapat mempengaruhi performa pesawat. Kondisi cuaca yang tidak ideal
memerlukan landas pacu yang lebih panjang untuk memberikan ruang tambahan bagi pesawat untuk lepas landas
dan mendarat dengan aman.
4. Kendala Topografi:
Faktor-faktor topografi seperti
tanjakan, bukit, atau lembah di sekitar bandar udara dapat membatasi panjang landas pacu yang
tersedia. Dalam beberapa kasus, perlu dilakukan pekerjaan konstruksi tambahan
untuk meratakan area atau memperpanjang landas pacu.
5. Kebutuhan Keselamatan:
Panjang landas pacu juga dipengaruhi oleh persyaratan
keselamatan penerbangan. Hal ini termasuk memberikan ruang tambahan di ujung landas
pacu untuk pengereman darurat, zona keselamatan untuk mencegah tabrakan, dan
mempertimbangkan faktor keamanan lainnya.
6. Regulasi Penerbangan:
Otoritas penerbangan setempat atau internasional dapat
menetapkan persyaratan minimum untuk panjang landas pacu berdasarkan standar
keselamatan penerbangan dan jenis pesawat yang diizinkan untuk beroperasi di
bandar udara tersebut.
7. Kebutuhan Operasional: Beberapa
faktor operasional seperti
frekuensi lalu lintas
pesawat, jenis layanan yang disediakan, dan potensi pengembangan bandar udara di masa depan juga
mempengaruhi panjang landas pacu yang diperlukan.
3. – Normal
tahe off case FL = FS +CL
CL = 0,5 (T.OD – 1,15 LOD)
TOD = 1,15 ( D35)
FS = TOR
KET :
FL=
Field Length CL = Clear Way TOD = Take Off Dist
LOD = Lift Off Dist
FS = Full Strenght
Pav. TOR = Take Off Run D35 = Dist. To 35
SW = Stop
Way
DAS = Accelerate Stop Dist
LD = Landing Distance
SD = Stop
Distance
-Engine Failure Take Off Case FL = FS +CL
CL = 0,5 (T.OD – 1,15 LOD)
TOD = 1,15 ( D35)
FS = TOR – CL
Engine Failure
Aborted Take Off
FL = FS + SW
FL = DAS
- Normal Landing Case FS = LD
LD = SD/
0,60
Komentar
Posting Komentar